Menyewa apartemen di Jepang untuk pertama kali bisa terasa membingungkan, terutama soal biaya awal yang harus disiapkan. Salah satu istilah yang paling sering membuat orang asing terkejut adalah key money atau dalam bahasa Jepang disebut reikin (礼金). Belum lagi deposit, biaya agen, dan berbagai biaya lain yang muncul sebelum kamu bahkan memegang kunci apartemen. Artikel ini akan menjelaskan semuanya dari nol, agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan lebih tenang.
Apa Itu Key Money di Jepang?
Key money (reikin) adalah pembayaran yang diberikan kepada pemilik apartemen sebagai bentuk "ucapan terima kasih" karena telah bersedia menyewakan unit kepada kamu. Uang ini tidak dikembalikan saat kamu pindah — berbeda dengan deposit. Tradisi ini berasal dari budaya Jepang dan secara historis umum di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka.
Kabar baiknya: key money saat ini semakin jarang ditemukan, terutama di apartemen yang menyambut penyewa asing (gaijin-friendly) atau di daerah-daerah di luar pusat kota. Namun di beberapa lokasi premium, key money masih berlaku dan bisa mencapai satu hingga dua bulan sewa.
Rincian Biaya Awal Sewa Apartemen di Jepang
Sebagai panduan umum, berikut adalah biaya-biaya yang biasanya harus dibayar di awal ketika menyewa apartemen di Jepang. Jumlah pasti bisa berbeda tergantung lokasi, jenis apartemen, dan kebijakan pemilik — selalu konfirmasi ke agen atau pemilik langsung.
| Jenis Biaya | Nama Jepang | Perkiraan Jumlah | Dikembalikan? |
|---|---|---|---|
| Deposit / Uang jaminan | 敷金 (Shikikin) | 1–2 bulan sewa | Sebagian atau seluruhnya (tergantung kondisi) |
| Key money / Uang terima kasih | 礼金 (Reikin) | 0–2 bulan sewa | Tidak dikembalikan |
| Biaya agen properti | 仲介手数料 (Chūkai tesūryō) | Biasanya 1 bulan sewa + pajak | Tidak dikembalikan |
| Sewa bulan pertama (atau pro-rata) | 前家賃 (Mae yachin) | 1 bulan sewa | Ini adalah sewa, bukan biaya tambahan |
| Asuransi kebakaran / sewa | 火災保険 (Kasai hoken) | Beberapa ribu yen per tahun | Tidak (premi asuransi) |
| Biaya kunci / penggantian kunci | 鍵交換代 (Kagi kōkan dai) | Beberapa puluh ribu yen | Tidak |
| Biaya guarantor / jaminan pihak ketiga | 保証料 (Hoshō ryō) | 0.5–1 bulan sewa (jika pakai jasa guarantor) | Tidak |
Secara keseluruhan, biaya awal sewa di Jepang bisa setara dengan 4 hingga 6 bulan sewa jika semua komponen di atas berlaku. Ini bukan angka pasti — anggap sebagai perkiraan untuk membantu kamu mempersiapkan tabungan.
Apakah Orang Asing Bisa Sewa Apartemen di Jepang?
Ya, bisa — meski prosesnya bisa lebih rumit dibandingkan warga Jepang. Beberapa pemilik apartemen masih enggan menyewakan kepada orang asing karena hambatan bahasa atau kekhawatiran soal kebiasaan budaya. Namun semakin banyak agen dan pemilik yang ramah terhadap penyewa asing.
Dokumen yang Biasanya Dibutuhkan
- Kartu Residence (Zairyu Card / 在留カード)
- Paspor
- Bukti penghasilan atau kontrak kerja
- Nomor My Number (jika sudah ada)
- Data guarantor atau bukti pendaftaran ke layanan guarantor
Soal Guarantor (Hoshōnin)
Kebanyakan apartemen di Jepang membutuhkan guarantor — seseorang yang menjamin pembayaran sewamu jika kamu tidak bisa membayar. Bagi orang asing yang tidak punya kenalan warga Jepang, solusinya adalah menggunakan layanan guarantor berbayar (hoshō gaisha). Biayanya biasanya sekitar 0,5 hingga 1 bulan sewa di awal, ditambah biaya tahunan. Tanyakan langsung ke agen untuk detailnya.
Tips Hemat Biaya Awal untuk Penyewa Asing
- Cari apartemen tanpa key money (reikin zero): Banyak apartemen modern atau yang dikelola perusahaan tidak memungut key money. Cari dengan filter ini di situs seperti Suumo atau HOMES.
- Pertimbangkan apartemen share atau manshon khusus orang asing: Biaya awalnya jauh lebih rendah dan prosesnya lebih mudah. Beberapa layanan seperti Sakura House atau BORDERLESS HOUSE menyediakan opini ini.
- Gunakan agen yang berpengalaman dengan klien asing: Beberapa agen menyediakan layanan dalam bahasa Inggris atau bahasa lain, dan memahami kebutuhan spesifik penyewa asing.
- Tanyakan apakah deposit bisa dinegosiasi: Di beberapa kasus, terutama di luar kota besar, ada ruang untuk negosiasi.
- Siapkan dana darurat: Selain biaya sewa awal, sisakan dana untuk membeli perabot dasar karena sebagian besar apartemen di Jepang disewakan dalam kondisi kosong.
Pengembalian Deposit Saat Keluar
Deposit (shikikin) seharusnya dikembalikan setelah kamu pindah, dikurangi biaya kerusakan jika ada. Di Jepang, ada aturan umum yang membedakan antara kerusakan akibat pemakaian wajar (menjadi tanggung jawab pemilik) dan kerusakan akibat kelalaian penyewa (menjadi tanggung jawab kamu). Panduan nasional tentang ini (Moto no Gaido Rain dari Kementerian Pertanahan Jepang) bisa menjadi referensi, meski implementasinya bisa berbeda-beda. Simpan foto kondisi apartemen saat pertama kali masuk sebagai bukti.
Kesimpulan: Persiapkan Diri Sebelum Berburu Apartemen
Biaya awal sewa apartemen di Jepang — termasuk key money, deposit, biaya agen, dan lainnya — memang bisa terasa besar di awal. Tapi dengan memahami setiap komponennya sejak sekarang, kamu bisa membuat rencana keuangan yang lebih realistis dan menghindari kejutan yang tidak perlu.
Ingat, semakin banyak pilihan apartemen yang ramah untuk orang asing tersedia saat ini, termasuk yang tanpa key money dan dengan proses yang lebih mudah. Jangan ragu untuk bertanya kepada agen, teman sesama WNI di Jepang, atau komunitas online untuk rekomendasi. Kamu tidak sendirian dalam proses ini — banyak orang Indonesia yang sudah berhasil melewati tahap ini dan kini tinggal nyaman di Jepang.
Catatan: Informasi dalam artikel ini bersifat panduan umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu konfirmasi biaya dan persyaratan terbaru langsung kepada agen properti atau pemilik apartemen yang bersangkutan.